Bukan Main-main

Dengarkan aku

Ini pintaku

Karena cintaku bukan main-main

Jangan kau pergi

Jangan kau lari

Karena cintaku bukan main-main

Kalau kau tak serius

Pergi jauh dariku

Karena hatiku hanya untukmu

Cintaku ini cinta yang sempurna

Bukan cinta main-main

Ohh, cintaku ini cinta yang abadi

Bukan cinta yang mudah diambil

 

Ngomongin cinta, nggak ada abisnya kali. Banyak lagu tentang cinta, banyak puisi tentang cinta, quotes tentang cinta, buanyaakkkk. Ada banyak versi juga. Banyak bangetttt. Tiap pasang punya versi sendiri-sendiri.

Apaan sih. Tiba-tiba denger lagunya Seventeen yang judulnya Bukan Main-Main. Jadi flashback ke kehidupanku di tahun 2010an, inget masa-masa galau hahahaha. Dan satu yang aku sadari, ternyata perasaanku ke dia tetep sama.

Masih cinta. Masih sayang. Masih suka berantem dan berdebat. Masih. Grafiknya makin tinggi, tapi makin seimbang. Yang dulunya berantem di angka 10, sekarang di angka 2. Sebaliknya, yang dulu sayangnya di angka 7, sekarang di angka 12. Banyak yang berubah, tapi isinya tetep sama.

Sebel, kecewa, pasti ada. Apalagi rasa sedih. Selalu ada. Dari SMA, kuliah, kerja, udah nikah, perasaan-perasaan macem gitu pasti ada. Cuma nggak sebanyak dulu. Tapi bobotnya lebih berat.

Kadang capek. Pengen single lagi. Atau pengen putus trus ngambek seharian. Hahahaha. Kayak anak abg. Tapi nggak bisa donk. Kita sudah dalam ikatan. Sudah punya anak juga. Nggak mungkin ngambek-ngambekan sambil bawa anak, trus baikan dan ciuman di bawah hujan kayak masa dulu. Nggak nggak, kita udah gede.

Makanya aku bilang. Aku banyak PR. Aku harus belajar dewasa lah, harus belajar mengalah lah, banyak banget. Tujuannya ya satu, lebih baik. Perasaan tetep sama, tapi sekarang harus lebih baik lagi.

Cintaku bukan cinta main-main.

Aku cuma pengen seneng

Simple aja sebenernya. Siapa sih yang nggak pengen seneng?

Kadang sesuatu yang sederhana bisa jadi rumit hanya karena kesalahpahaman kecil yang nggak lain pelakunya adalah aku. Aku yang pengen seneng, aku juga yang menghancurkannya. Cuma karena secuiiiil banget kesalahan kamu yang bikin aku superrr tersinggung. Dan akhirnya kesenangan yang kita impikan sirna.

Mungkin ini sifatku yang buruk, mungkin juga itu memang salahmu. Sifatku yang buruk yang bikin kita susah dapetin seneng. Atau salahmu pada caramu memperlakukan aku sehingga aku terlalu tinggi hati untuk memaafkanmu.

Sampai akhirnya, hari yang cerah udah lewat dan kita cuma nyesel, trus aku ngomel dan bilang apa sih susahnya, “aku cuma pengen seneng..”.

Note :
Sering banget orang mikir, setiap aku nulis panjang lebar, itu sedang membicarakan masalahku dengan mereka. Hey, nggak melulu tentang kamu dan kalian. Plis deh, banyak yang (lebih baik) bisa jadi inspirasiku dibanding kalian yang share hoax dan provokasi.
Menulis adalah kemerdekaan untuk kita semua. Aku cuma pengen seneng, melalui menulis dan merangkai kata-kata kayak gini. Huft.

View on Path

Cara Upgrade MODX Evolution

Cerita awalnya adalah, aku migrasi server. Aku keluar dari Softlayer karena aku lelah dengan tetek bengek SendGrid yang mengharuskan kita ini itu, dan juga susah banget dihubungi. Jadi aku mencari orang server yang ada di Bali dan bisa bantu aku troubleshooting. Nah setelah migrasi server, aku test segala macemnya, dan ketemulah error di MODX (kapan-kapan ya aku jelaskan karena aku juga baru belajar). MODX ini semacam CMS yang digunakan untuk membuat web muncul di mobile.

Muncullah error dan aku tanyakan ke orang server di BaliOrange. Mereka bilang si MODX ini versinya udah lama dan nggak bisa jalan bareng sama versi PHP dan MySQL yang ada di server. Jadi solusinya adalah upgrade aja MODX nya. Aku dikasi link upgrading ini. Kemudian aku buru-buru baca step by step nya (nanti aku jelaskan di bawah). Pada step yang menyuruhku download versi baru, aku googling dan ketemu link download ini. Aku download dan aku jalankan step berikutnya. Gagal!

Ternyata aku salah download. Karena MODXku versi 1.x yang Evolution, harusnya cari juga versi terbarunya si Evolution, malah aku nyasar di MODX versi 2.x Revolution, jadi pas jalanin step by step-nya, kok ada yang nggak cocok gitu.

Sebenernya step by step upgrade MODX Evolution udah ada, tapi aku selalu perlu penerjemah supaya nggak salah ambil langkah, dan syukurnya seniorku mau membantu mengarahkan. Dan berikut ini step by step upgrade MODX Evolution berbahasa Indonesia versi aku:

  1. Cek folder MODXmu. Locationnya, isi-isinya, pastikan semua masih dalam standar MODX untuk nama-nama folder dan file-nya.
  2. Cek file config.inc.php yang ada di /manager/includes/. Copy ke dalam txt untuk keperluan config nantinya jika diminta.
  3. BACKUP semua hal! Semua folder dan database! Belajar dari kesalahanku, lakukan backup. Compress semua dari servermu dan download ke lokal. Lakukan hal yang sama pada database. Biasanya ada fitur export database, ingat backup juga isi databasenya.
  4. Download versi terbaru dari MODXmu. Perhatikan versinya! Sudah aku berikan link-nya di atas.
  5. Docs-nya sih nyuruh extract di lokal dan upload satu-satu ke server. Buat aku susah dan lama. Aku extract di lokal dan cek ricek aja isi-isinya. Trus aku upload aja satu file zip itu ke server, dan aku extract di server.
  6. Setelah extract di sana, kamu pasti tau kan di mana folder MODXmu, nah, paste aja tuh di sana semuanya. Dia akan replace sendiri mana-mana aja yang perlu di-replace.
  7. Setelah itu, carilah domainmu/install/index.php , harusnya muncul halaman instalation gitu, dan kamu bisa next dan next di sana.
  8. Ada 3 pilihan, install baru, upgrade dan advanced upgrade. Install baru pastinya dimulai dari awal. Nah kalo upgrade tanpa ganti settingan database dll, pilih aja upgrade biasa. Tapi kalo mau ubah database dll, kamu bisa pilih advanced upgrade, nantinya akan ada halaman tambahan untuk configure database kamu (user, password, dll kebutuhan database)
  9. Setelah selesai biasanya ada pilihan untuk delete install folder, silakan diklik. Kalo nggak ke-delete, kamu bisa delete manual di server.
  10. Selesai.
Screenshot from 2016-08-19 16:08:02

MODX Evolution Login Page

Itu aja sih yang aku lakukan untuk upgrade MODX Evolution. Dan horraaayyy, mobile website-ku sudah bisa dibuka kembali😀

Udah Sukses Belum?

Sebenernya aku seneng dan turut bahagia kalo liat temen sukses. Tapi entah kenapa ada rasa iri dan penasaran, kok bisa ya dia sukses?
Ada juga pertanyaan-pertanyaan cemen seperti “apa mungkin dia memang dilahirkan untuk sukses?”.

Sukses Karir atau Wirausaha
Ini ada yang bener-bener usaha sendiri dari awal, ada juga yang dimodalin emak bapaknya. Bener-bener keren. Masih muda, produktif, punya usaha sendiri. Masih muda, baru lulus, udah diangkat dan menjabat. Salut. Buat yang dimodalin pun aku salut kok. Karena dikasi tanggung jawab segede itu pastilah berat dan pasti ada yang diperjuangkan juga. Dan berkarir yang menanjak juga hebat lho.

Sukses Punya Harta
Usia 27 tahun, kerja kantoran, bawa mobil, punya rumah, wuissss, ngiler loh aku. Ada yang sukses karena usaha sendiri, ada yang ikut MLM, ada yang dimodalin DPnya dan nyicil sendiri, ada yang semuanya dimodalin. Nah loh. Dari mana pun asalnya, pasti hidupnya saat ini sedang tenang dan semangat dalam menatap masa depan. Hangout bawa mobil, barbeque di rumah sendiri ada kolam renangnya pula, hp seharga Vario, dan segalanya, pastinya mereka nggak ngabisin duit buat hura-hura melainkan untuk nabung. Nabung untuk hura-hura 😄

Sukses Menikah dan Punya Anak
Sukses ini yang satu-satunya sudah aku alami. Aku sudah menikah, dan aku sudah punya anak. Mungkin orang-orang pun melihat aku sudah sukses. Mungkin juga tidak. Yang pasti, dulu di usia 23-24 tahun, kesuksesan utama yang aku idamkan adalah menikah, kemudian punya anak.

Ternyata, setelah dipilah-pilah, sukses itu ada banyak ya. Tergantung mimpi dan keinginan seseorang, tergantung sudut pandang, tergantung banyak hal. Dan ternyata aku nggak perlu iri dan bertanya-tanya tentang kesuksesan orang lain. Kesuksesan itu kita yang pegang.

*ilustrasi dan cerita cuma pemikiran iseng-iseng aja, pembaca jangan sensitif menyangka itu dirimu yaa 😜

Random Kiandra

#random

Pagi-pagi abis mandi dan dandan cantik, Kiandra deketin meja makan dan manjat-manjat. Aku lagi di sana nyiapin maem, dan dia bilang “bu, jagung bu, jaguuung” dengan cadelnya.

Hhi. Padahal nggak ada jagung ya hari ini, nggak sempet ngukusnya. Cuma rebus telur sama abon karena cuma itu yang sempet disiapin sama Ajiknya.
Lucu, ngangenin, nakal.
Kadang aku dicuekin banget, kadang ditempeeeel terus. Maunya dia sendiri.

Bayi, nggak pernah aku percaya bahwa bayi itu nggak tau apa-apa. Mereka tau, mereka pinter. Jangan pernah anggap mereka nggak tau.

Ngajarin anak yang bener aja belum tentu bakalan jadi anak bener, apalagi ngajarin yang salah?

View on Path

Respect?

image

Lalu? Apa yang bisa kita lakukan ketika kita udah coba respect dan ternyata orang lain nggak respect sama kita?

Apa yang bisa kita lakukan kalo kita dengan tulus melakukan yang terbaik tapi ternyata mereka masih menganggap kita nggak ada apa-apanya?

Aku hadir bukan tanpa alasan. Kalo aku tau begini sakitnya, mungkin lebih baik aku nggak hadir dan masuk ke dalam lubang hitam ini. Sekarang nggak bisa mundur, maju pun tertatih tanpa tau tujuan seperti apa nantinya.

Respectlah pada dirimu dan orang lain, orang lain nanti respect padamu. Enggak. Nggak selalu. Kadang itu akan gagal. Haruskah aku berhenti belajar respect? Enggak. Berhentilah respect pada dia yang nggak menghargaimu, dan mulailah respect pada dia yang menghargai dan bersedia mengutarakan kritiknya padamu.

Ceker Pedas ala Ibu Kiandra

Ceker. Sejak punya slowcooker dan tau resep cara bikin kaldu, aku selalu manfaatin cekernya untuk dimasak menjadi hidangan istimewa ala diriku heheheh. Aku jadiin ceker pedas deh, soalnya empuknya ceker setelah dari slowcooker itu loooh, endeeessss.

Resep Ceker Pedas ala Ibu Kiandra

  • Ceker berapa aja boleh, yang sudah dimasak ya, kalo bisa yang empuk
  • Bawang merah sesuai selera aja, dipotong boleh, dicincang juga boleh
  • Cabe boleh yang jenis apa aja, sesuai selera juga
  • Kecap manis
  • Saus tiram
  • Garam
  • Merica
  • Sedikit kaldu
  • Nggak pake vitsin atau msg

Cara Masak

  • Tumis bawang merah, sampe setengah mateng gitu
  • Masukin cabe
  • Masukin ceker
  • Kasiin garam merica
  • Masukin cekernya, kaldu, saus tiram dan kecap
  • Aduk sampai kental dan meresap, atau sesuai selera aja
  • Hidangkan

Suamiku sukaaaa banget. Kata dia sih ini makanan favoritnya kedua setelah ayam saus lemon. Hahahhah. Ini gampang banget dan suka-suka masaknya. Tapi nggak seenak ceker pedas buatan si Warung Sule langgananku dulu sih😦 Karena si Warung Sule udah nggak buka lagi, jadi cuma gini aja yang bisa ngelepas dahaga kangen makan ceker pedas. Eh psssst, Kiandra juga doyan loooohh.

Selamat berekspresi di depan kompor😀