Review: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Telat banget kan? Hahhaha. Kemana aja kamu mir?

Ini film tahun 2013 lho. Dan aku tau ada film ini, aku nonton trailer-nya berkali-kali. Aku tau ada Junot di sana. Aku menahan diri untuk baca sinopsisnya karena aku mau nonton dan menikmati alur film begitu saja. Tapi entah kenapa aku selalu menunda-nunda menontonnya dan tanpa terasa di akhir tahun 2017 ini aku baru nonton.

Ada temen yang bilang jelek tanpa alasan, pokoknya menurut dia nggak bagus aja. Ada juga temen yang bilang filmnya terlalu lambat. Nah, review versi aku adalah..

Aku penasaran dengan akting Junot di film ini, selain bahasanya yang berbeda, gaya bicaranya juga berbeda, itu yang aku dapat dari trailer. Aku yang awam ini, memuji Junot untuk itu. Menurutku susah banget akting dengan bahasa dan logat yang nggak biasa, tapi ekspresi tetep jalan terus. Bahkan waktu Zainudin mengungkapkan kemarahannya ke Hayati, aku ikut merasakan sesaknya dan luapannya. Waktu Zainudin sakit dan mengigau Hayati, aku ikut ngerasa iba. Dan gagahnya Junooottt, aku padamu deh pokoknya.

Pevita Pearce juga keren, nyambung banget-lah. Reza Rahadian sih nggak usah dikata, bagiku dia bisa memerankan apa saja dengan sempurna. Yang aku suka adalah kehadiran personel Nidji. Kereeeen..

Cerita dan kisah di film ini menurutku juga keren. Ini bukan drama movie yang happily ever after gitu. Prinsip-prinsip yang ada di dalamnya bisa aku ambil beberapa untuk peganganku. Seperti berhati-hati mengucap sumpah. Kalimat-kalimatnya yang seperti bersyair itu pun keren banget. Penuh cinta, penuh penghayatan. Aku seperti nonton teater, keren.

Pengambilan gambarnya hampiiiiirrrr aja sempurna. Sayang sekali, aku kecewa di bagian mereka akan naik kapal. Keliatan banget editan dan terlalu ramai. Aku nggak begitu menikmati bagian itu karena teralihkan oleh gumaman “oh yang ini manusia beneran, oh yang ini editan, oh itu orang-orangnya terlalu dibuat sama” dan sebagainya.

Hmm apa lagi ya? Tumben gini aku review movie karena saking senengnya liat Junot dengan peran yang berbeda. Ohya, jangan menunggu cerita di kapal ya. Ini bukan film ala Titanic gitu walaupun judulnya kapal.

OST-nya! Nidji kalian keren banget. Lirik-lirik yang muncul masuk banget dalam film, menyayat hatikuuuuhhh. Full heart seperti biasanya Nidji.

Mungkin segitu aja review dari aku. Secara keseluruhan, aku menikmati nonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang berdurasi 2 jam lebih ini, sama sekali nggak bosen. Disuruh nonton lagi pun, aku nggak akan skip-skip, pasti aku pantengin terus. Kalo nilai dari 1-10, aku kasi nilai 8. Maaf yang 2-nya harus aku potong karena kecewa sama editan yang aku sebutkan di atas.

Iklan

Masak?

Karena beberapa hari yang lalu ditinggal ke luar kota sama mertua, jadi aku harus bisa pagi itu masak, metanding banten saiban dan mebanten sendiri tanpa harus telat. Sedangkan urusan bersih-bersih bisa dibantu sama Rai. Udah kebayang nih, harus atur waktu, jam berapa harus bangun pagi, jam berapa harus selesai masak, supaya waktu sama Kiandra juga nggak jadi korban.

Hari pertama, aku masak perkedel jagung, tumis buncis dan sambel ulek bawang putih.

Hari kedua dan berikut-berikutnya aku mulai terbiasa. Apa yang harus disiapkan semalam sebelumnya, apa yang harus dilakukan di awal di pagi hari. Dan aku ternyata bisa mengatur waktu, aku bahkan sempat mandiin Kiandra dan bermain bersama Kiandra sebelum aku berangkat kerja. Bahkan sempat juga aku suapin dia sarapan.

Aku browsing resep di cookpad.com, kokiku.tv dan info resep dari temen. Beberapa masakan yang sejak itu sampai saat ini aku masak :

  • Tumis buncis
  • Perkedel jagung
  • Sayur sop pake bumbu instan
  • Sayur sop pake bumbu buatan sendiri, ternyata lebih enak
  • Sayur asem
  • Sop buntut, tapi pake iga babi
  • Soto ayam
  • Kari ala Jepang
  • Seblak mie, tapi selalu gagal dan nggak enak
  • Gudeg nangka
  • Sayur nangka bumbu Bali
  • Tempe bacem
  • Sambal pencit mangga
  • Sambal bawang putih

Semoga nanti berkembang deh heheheh. Mudah-mudahan lancar terus walaupun kondisi seperti ini. Biar kuat terus. Setelah mertua balik, aku masih masak tapi mix sama mertua. Ya saling bantu. Berharap juga kondisinya tetep baik kayak sekarang ini, kerja sama seperti ini supaya dipertahankan. Aku pun masih harus belajar banyak hal terutama soal bersikap.

Semoga hari esok lebih baik lagi daripada hari kemarin..

Don’t be swayed.

Do you think this is unfair? Are you angry?
In life, things like this can happen many times. You can get accused for things that you didn’t do. Your good intentions can be abused too. Instead of seeing the good in you, more people will try to put you down. You’ll get angry when something like that happens, right?
But, getting mad won’t solve anything.
Don’t be swayed. If there is only truth in you, then don’t be swayed.
Endure all misunderstandings and traps. Truth will prevail in the end.

Apa menurutmu ini tidak adil? Apakah kamu marah?
Dalam hidup, hal seperti ini bisa terjadi berkali-kali. Anda bisa dituduh melakukan hal-hal yang tidak Anda lakukan. Niat baik Anda juga bisa disalahgunakan. Alih-alih melihat kebaikan di dalam dirimu, lebih banyak orang akan mencoba menjatuhkanmu. Anda akan marah saat hal seperti itu terjadi, bukan?
Tapi, marah tidak akan menyelesaikan apapun.
Jangan terombang-ambing. Jika hanya ada kebenaran di dalam kamu, maka jangan goyah.
Bertahanlah semua kesalahpahaman dan jebakan. Kebenaran akan menang pada akhirnya.

— Bread, Love and Dream (Serial Korea – Kim Tak Gu) —

Bangun Lebih Pagi

Hai, lama nggak nulis. Aku berusaha merapikan gaya dan cara hidup, berusaha menjadi lebih baik.

  • Tidur lebih awal, bangun lebih pagi

Walaupun kadang tidur larut jam 11-1 malam, esok paginya aku tetap bisa bangun pagi. Tapi bertahap. Di awal aku memulai kebiasaan ini, aku terbangun dengan sendirinya, bukan karena mendengar alarm, aku terbangun jam 7 pagi. Lama kelamaan, menjadi jam setengah 7 pagi. Berikutnya dan sampai hari ini, aku terbangun jam 5 atau jam 6 pagi. Apa positifnya? Tentu saja positif. Aku bisa memulai aktivitas lebih awal. Persiapkan banten dan mebanten lebih awal. Meluangkan waktu yang awalnya hanya 15 menit untuk Kiandra dan Rai, menjadi 45 menit di pagi hari sebelum berangkat kerja. Selain sempat memandikan Kiandra, aku juga sempat bermain. Setelah itu, aku bisa on time sampai di tempat kerja, dan pulang on time juga karena pagi harinya nggak terlambat.

  • Minum air putih sesering mungkin

Dari sebelum hamil kedua pun, aku minum air putih sesering mungkin. Aku nggak bisa minum air banyak. Jadi sedikit-sedikit tapi sering. Berusaha untuk sadar diri bahwa tubuh butuh air. Manfaatnya buatku sih, merasa lebih semangat aja.

  • Istirahat setiap hari

Aku nggak bisa kalau harus bekerja keras sepanjang hari kerja dan beristirahat hanya pada saat weekend. Ternyata pola seperti itu nggak cocok buatku. Aku bekerja keras setiap hari dan juga beristirahat setiap hari. Kalau weekend dan nggak kerja? Tetap ada kerjaan dan aktivitas lain. Kenali tubuh, sadari tanda-tanda tubuh lelah.

Jadi..

Itu yang hal positif yang aku lakukan belakangan ini. Aku dan Rai berusaha seperti ini, supaya kami ada waktu lebih banyak bersama Kiandra. Beberapa minggu yang lalu, entah kenapa aku dan Kiandra jatuh sakit. Selama beberapa hari aku nggak bisa beraktivitas dengan benar, lemes dan capek rasanya. Syukurlah Kiandra lebih cepat sembuh. Aku pun tumbang seminggu lebih, setelah itu barulah aku mulai bisa kembali ke aktivitas biasanya dan kembali bangun pagi. Selama sakit, aku biarkan diriku malas dan beristirahat sesukanya tubuh.

Setelah Kiandra berusia setahun aku baru sadar, bahwa menjalani hidup ini pola. Ada pola setiap harinya. Ada checkbox yang harus dicentang setiap harinya. Dan ada catatan yang harus diisi dengan improvisasi setiap harinya juga. Mudah-mudahan ke depannya aku bisa meluangkan waktu untuk memasak dan menyapu di rumah.

Hehehhe..

Menghargai, memaklumi

Mau play musiknya biar makin memahami tulisannya? Silakan 🙂

Manusia itu unik, unique. Kalo dalam pemrograman, unique itu tidak akan pernah ada yang sama persis secara keseluruhan. Mungkin aku suka akustik, kamu juga suka, tapi belum tentu kamu suka ayam goreng dan aku juga suka. Nggak akan ada yang sama.

Proses, kalo dalam pemrograman, proses ada di tengah-tengah. Setiap programmer punya caranya sendiri walaupun hanya satu ditambah satu. Itu karena programmer adalah manusia. Sama seperti kita. Untuk mencari tujuan yang sama, belum tentu kita melalui jalan yang sama. Kita harus sadari, bahwa kita nggak sama dalam hal ini. Menjalani proses ini.

4866a675d622e65007f2644960d0266c--resume-remember-this

Source : Pinterest

Belajar, setiap orang belajar dalam hidupnya. Ada yang langsung bisa, ada juga yang perlu mengulang beberapa kali. Kalo kita menyadari manusia itu berbeda, maka kita akan menghargai setiap proses yang berbeda pada setiap orang. Nggak ada orang yang gagal jika dia tetap berjalan dan berusaha. Orang yang gagal adalah orang yang hanya diam. Jangan pernah merasa gagal dan tetaplah berusaha.

Kita nggak akan pernah tau 100% perasaan seorang ibu jika kamu belum pernah merawat anak. Kita nggak akan pernah tau beratnya menjadi buruh kalo kamu nggak pernah ada di posisi itu. Walaupun kita bilang kita tau dan mengerti, kita nggak akan pernah tau perasaan itu sepenuhnya.

Menghargai, memaklumi. Setiap orang yang nggak tidur, sangat wajib kita hargai usahanya. Setiap orang yang nggak tidur, harus kita maklumi lelahnya. Jika dalam hal ini kamu gagal menghargai dan memaklumi, berarti kamu bukan orang yang baik.

Posted in Tak Berkategori

Menyapih Kiandra

Usia Kiandra udah 2 tahun 2 bulan. Jadi udah cukup lebih menyusu. Awalnya aku pikir nggak usah sapih aja, biarin dia sendiri yang sapih sampe puas, sesukanya dia. Aku pun nggak siap sapih karena ngerasa akan kehilangan momen sama Kiandra. Eh ternyata, aku telat datang bulan dan positif hamil. Karena kehadiran calon adiknya, aku akhirnya siap menyapih Kiandra.

17 Juli 2017
Sore sepulang kerja, Kiandra merengek seperti biasa minta nyusu. Aku usahakan nolak, tapi nangisnya makin kenceng dan ngamuk-ngamuk. Aku coba bertahan nggak kasih, tapi akhirnya aku luluh, aku kasian liat dia nangis segitunya. Trus aku rayu dengan cari odong-odong atau beli es krim, aku ajak ke rumah sepupunya. Kiandra happy di sana, main-main, lari-lari, tapi nggak mau makan nasi, cuma mau ngemil-ngemil. Pulang dari sana, aku minta Rai beliin spagetthi dan es krim magnum. Kiandra makan lahap banget. Setelah itu mau cuci kaki cuci tangan cuci muka dan bobo, tapi merengek minta nyusu seperti biasa. Aku kasihin, sambil aku elus-elus kepalanya. Menjelang dia terlelap, aku omongin sama Kiandra. “Kiandra udah gede, udah 2 tahun, udah cukup ya nyusunya, ibu sayaaang banget sama Kiandra. Dulu waktu Kiandra di perut ibu, Kiandra dapet banyak nutrisi dari ibu. Sekarang adik di dalam perut, juga dapet yang sama. Jadi Kiandra sekarang mulai lebih banyak maem nasi dan minum air ya”, dan banyak hal yang aku ceritain ke dia. Sampe dia ketiduran. Tengah malam pun masih merengek kalo terbangun. Beberapa kali bisa hanya dengan dikipas-kipas dia ketiduran lagi. Tapi ada juga beberapa kali nggak bisa berhenti, kayaknya dia nggak bisa tidur.

18 Juli 2017
Kiandra dibangunin sama Rai. Awalnya nangis, biasa sih kayak gitu. Trus dialihkan perhatiannya, akhirnya mau senyum-senyum, sementara aku harus menyelesaikan mebanten. Belum ada minta nyusu. Trus main-main sambil nunggu aku sarapan, biasanya kalo aku diliat duduk, dia merengek tapi kali ini enggak, sampe diajak mandi pun mau. Aku ajak Kiandra mandi sambil main juga biar happy. Selesai mandi langsung ganti baju sambil nonton Upin Ipin. Aku juga sambil siap-siap. Nggak ada minta nyusu sama sekali. Aku mulai galau. Mulai kangen rengekannya. Aku usahain tahan sampe aku berangkat kerja. Kiandra sama Rai bilang bye-bye ibu, ati-ati ibu, dan aku cuss. Kiandra happy saat aku tinggal. Kelanjutannya gimana yaa?
Malam : GAGAL. Tengah malam masih nyariin dan aku pun nggak sadar bukain dan nyusuin seperti biasa.

19 Juli 2017
Masih nyusuin.

20 Juli 2017
Akhirnya, karena menyapih dengan cinta nggak bisa aku praktekkan, akhirnya aku coba dengan mengoleskan madu ke payudara. Madu kan sebenernya enak ya, tapi aku sendiri nggak suka. Kemungkinan Kiandra juga nggak suka. Setelah dicoba, ternyata bener, Kiandra nggak mau. Trus baper. Nangis, sedih, tapi aku coba rayu dengan sesuatu yang menyenangkan, nonton Upin Ipin, bermain dan lain-lain.
Malemnya, Kiandra rewel pas sebelum tidur. Digendong, dinyanyiin, akhirnya tidur juga. Cuma rewel parahnya pas tengah malam. Kiandra terbiasa tidur tanpa diapers. Biasanya kalo masih nyusu, Kiandra nggak bangun buat pipis. Sebelum tidur biasa pipis walaupun sambil kesel nangis. Tapi sekarang, kebangun tengah malem nggak jelas jam berapa, trus rewel, trus setelah diajak pipis, tenang deh mau tidur pulas sampe pagi.

21 Juli 2017
Di siang hari, Kiandra udah happy, bahkan ditawarin nyusu udah nggak mau dan memilih untuk nutup pake baju. Cuma malam hari ya masih, bahkan ngajak tidurnya rewel banget. Dan tengah malam di jam yang nggak terduga, dia rewel kebangun, diajak pipis ke kamar mandi juga nangis, tapi pipis. Kalo udah pipis, tidur nyenyak deh.

22 Juli 2017
Inilah yang paling membahagiakan. Sorean aku ajak ke playland, main sama Ajiknya. Sampe capek. Naik odong-odong, eskrim, semua yang dia mau. Nah, malemnya, aku berdoa supaya gampang bobonya. Dan yeaaayyy, gampang banget, tinggal digendong dan dinyanyiin aja. Mungkin karena capek ya.

Sejak tanggal ini, aku resmi umumkan bahwa Kiandra udah disapih. Makasih ya Kiandra atas pengalaman menyusui ini. Awalnya sih ngerasa kehilangan moment pelukan sambil nyusu, berpikir mungkin Kiandra nggak sedeket dulu lagi sama ibu. Tapi, Kiandra tetep nyariin ibu, tetep seneng sama ibu, tetep suka peluk ibu. Bahkan kalo bobo, maunya dipeluk ibu sambil elus-elus kepala. Senangnya. Kasih sayangku akan sama buatmu walaupun nggak nyusuin lagi. Mmmuaaachhhhh..

Posted in Tak Berkategori