Wejangan Krisna – tentang Menentukan Keputusan

Setiap peristiwa dalam hidup adalah menentukan keputusan.

Dan setiap keputusan yang diambil akan berdampak baik dan buruk bagi manusia. Dan dampak itu akan dirasakan untuk selamanya.

Keputusan yang diambil saat ini, bisa menghadirkan kebahagiaan atau kesedihan di masa depan. Bukan hanya untuk satu orang, tapi untuk sebuah keluarga, dan masa depan generasi setelah itu.

Saat seseorang berhadapan dengan sebuah dilema, hati pun jadi terganggu, lalu dipenuhi dengan kebimbangan. Saat untuk membuat keputusan pun menjadi sebuah pertempuran dan hati pun jadi medan tempur.

Kita banyak mengambil keputusan, bukan untuk mencari sebuah solusi, tetapi untuk menenangkan hati seseorang.

Tetapi, adakah yang bisa makan sambil berlari? Tidak.

Lalu bisakah sebuah hati dalam keadaan yang kacau mengambil keputusan yang benar?

Pada kenyataannya, saat seseorang mengambil keputusan dengan pikiran yang tenang, dia pasti akan punya masa depan yang bahagia.

Tetapi, saat seseorang mengambil keputusan untuk menenangkan hatinya sendiri, itu akan memberi dia beragam penderitaan dan kesedihan di masa depannya.

Pikirkanlah itu.

Tentang Hujan Lagi

Hari ini, malam ini, malam minggu ini, hujan. Kami di jalan di atas motor, gerimisnya mulai deras, aromanya sangat terasa aroma akhir tahun.

Dulu, tengah malam begini kalau hujan, kami baru saja datang dari mana gitu. Dari kundangan, dari nonton bioskop, atau sekadar ke mall.

Sekarang, tengah malam begini, hujan, kami baru saja menyelimuti anak-anak setelah mereka terlelap dengan nyenyak.

Dulu, tengah malam begini kalau hujan, aku mengantarmu ke depan rumahku. Kamu berpamitan sambil memakai mantel. Kamu tak hentinya bicara di detik-detik perpisahan malam kita. Kalau sempat, celingak celinguk agar dapat saja mencium keningku. Lalu aku lari ke kamarku, dan kamu mulai starter motor. Aku memberimu lambaian tangan sambil kode “dadahhh” dari jendela kamarku, kamu pun membalas lambaian tangan dan berlalu pulang ke rumahmu.

Sekarang, tengah malam begini kalau hujan, kita berpelukan, lalu berpisah sejenak menemani anak-anak. Aku memeluk Kiandra, kamu mengusap punggung Kalinda. Setelah mereka lelap, kita rebahan sambil bicara banyak hal. Aku di atas tanganmu, kita sama-sama bermain hp. Sesekali aku memeluk perut gendutmu mencari hangat.

Segalanya berbeda dan berubah, tapi kita tidak. Aku yang pemarah dan kamu yang pengalah seperti kata Fiersa Besari. Kita yang suka berdebat lalu selalu berbaikan. Kita memang selalu seperti itu.

Kadang aku rindu masa dulu yang kita cuma tau pacaran dan pacaran. Sekarang ada banyak sekali hal yang kita pikirkan.

Hujan selalu membuatku galau, hujan selalu membuatku menulis lagi. Jadi yang aku tulis, pastilah tentang hujan lagi, dan masa lalu yang aku bawa sekarang, yaitu kamu, RR.

Udah Cukup

Dulu aku pernah ke mana-mana bilang dulu, ijin dulu, selalu info. Tapi dia nggak melakukan sebaliknya. Okey, aku anggap belum terbiasa.

Dulu aku pernah selalu nanya, nanti orang ngapain, jam berapa, di mana. Jawabannya seringnya ngasal. “Ya kayak biasanya”, itu katanya, sedangkan aku nggak tau apa yang biasanya terjadi. “Boleh kok nggak dateng”, itu katanya, sedangkan orang-orang sering tanya ke aku “Kamu ke mana kemarin kok nggak dateng?”. Mana yang bener?

Dulu orangnya sombong, tapi pas ditanyain gimana caranya, jawabnya keliatan pura-pura nggak tau padahal tau, pura-pura nggak bisa padahal bisa. Aku bertanya-tanya dalam hati, apa sebenernya aku nggak mau diajarin ya?

Dulu sampe sekarang, sering banget nggak info acara-acara yang cukup penting. Kenapa gitu lho? Apa susahnya cuma info? Sesekali aku lakuin hal yang sama, dia malah membalikkan fakta seolah-olah aku yang nggak pernah info. Aku nggak terima donk.

Masalah baju dan kamen yang bertahun-tahun, dia baru jelasin dengan penjelasan yang nggak masuk akal, itu pun jelasinnya ke orang terdekatku.

Udahlah. Udah cukup. Udahan aja. Aku capek. Capek berusaha, capek berjuang. Buat apa? Niat hati bersatu dalam sebuah team, malah nggak dianggap. Jangan bicara apa-apa lagi. Wait and see aja. We have done!