Message (3)

Aku pikir kau tak bisa menguatkanku. Aku pikir kau melepaskan tanganku. Aku pikir kau meninggalkanku. Aku pikir semuanya tentang apa yang tak kau lakukan.

Aku lupa. Aku lupa ada banyak hal lain yang sudah kau lakukan. Aku lupa apa yang sudah kau berikan.

Aku lupa. Lupa kau juga butuh aku kuatkan. Lupa kau juga butuh genggaman tanganku. Lupa bahwa kau tak selalu kuat.

Kita memang pernah salah tapi kita berhak untuk kembali menjadi anak baik. Kita memang pernah hilang arah tapi kita harus mencari lagi jalan yang benar.

Karena.. Kita berhak bahagia..

Iklan

Message (2)

Ketika aku berencana melukaimu, aku juga terluka.

Ketika aku ingin membuatmu sedih, aku juga sedih.

Kamu tidak akan pernah tau rasanya menjadi aku yang terbuang, menjadi aku yang tak berguna.

Menjadi aku yang bodoh dan selalu percaya kecerobohanmu.

Tidak, aku tidak mau lagi. Aku sudah terluka. Sudah tanpa rasa.

Kamu tidak akan pernah tau, orang lain bisa saja mencintaiku, bisa saja tertarik padaku.

Kamu tidak akan tau rasanya kehilangan.

Message (1)

Aku akan mencoba lebih menyayangimu. Aku akan mengurangi sifat burukku. Tidak peduli berapa kali pun kamu menyakitiku. Aku akan selalu satu kali lebih banyak menyayangimu daripada kamu menyayangiku. Jika kamu menyayangiku satu kali, aku akan menyayangimu dua kali. Kamu nggak akan bisa mengalahkanku.

Gempa (lagi) 9 Agustus 2018

Suamiku, Rai, sebenernya pengen buru-buru berangkat kerja, udah terlalu siang buat dia. Entah kenapa tiba-tiba aja aku bilang “Bisa nggak kamu kerja dari rumah aja hari ini?”

“Tapi aku harus submit..” jawabnya bingung.

Refleks aja gitu mukaku manyun. Dan dia bilang “Yaudah abis aku submit, aku usahain pulang ya”.

“Ah nggak usah deh, kerja aja dah, sekalian sampe jam pulang”, kataku.

Dia berangkat. Kalinda akhirnya mau tidur siang. Jadi aku bisa temenin Kiandra main. Kiandra anteng. Pas banget ada Whatsapp orderan Edamame Milk 5 botol. Mumpung Kalinda tidur dan Kiandra anteng, aku sambil panasin air ah di dapur, rebus edamame.

Sambil nunggu air panas, aku temenin Kiandra lagi. Bahkan dia bisa bicara bahasa Inggris campur-campur. “Ibu, Ibu, I want this”, nunjuk-nunjuk coklat.

“What color is this?”

“Red!”, jawabnya semangat, sambil aku videoin. Begitu selesai videoin, tiba-tiba kamar berasa berguncang.

Aku taruh hp, aku angkat Kiandra, aku lari ke kasur, dan angkat Kalinda yang lagi tidur. Aku denger ada yang jatuh di balik lemari. Bodo amat. Aku gendong kedua anakku lari ke luar kamar. Aku teriak tapi nggak histeris. Kiandra dan Kalinda ikutan kaget tapi mereka diem.

Gempa berakhir kayaknya nggak sampe 20 detik. Rai video call. Aku berusaha tenang. Aku cek ternyata parfumnya anak-anak jatuh dari meja rias. Ah sedihnya gempa lagi. Mudah-mudahan ini segera berakhir. Kasian saudara-saudara di Lombok yang lebih parah.

What’s Wrong with Secretary Kim?

Aku jarang nonton Korea. Trus sejak resign, aku bertekad akan nonton Korea setiap hari. Buahahhahahha..

Aku install iflix. Eh ada iklan Korea yang judulnya What’s Wrong with Secretary Kim. Gambarnya bagus, aku tertarik nonton.

Ceritanya, Kim Mi So adalah sekretaris dari Wakil Presdir Lee Young Joon. Kim Mi So sangat bisa diandalkan karena dia sudah bekerja menjadi sekretaris selama 9 tahun. Lee Young Joon merupakan sosok Wakil Presdir yang sempurna, tampan, pintar, masih single.

Suatu hari, Kim Mi So tiba-tiba mengajukan resign. Dengan alasan dia ingin hidup sebagai dirinya sendiri dan bukan sebagai sekretaris dari seseorang. Lee Young Joon kaget dan bertanya-tanya, ada apa ya dengan sekretaris Kim? Lee Young Joon yang sangat percaya diri, menduga bahwa Kim Mi So jatuh cinta padanya.

Ternyata, mereka berdua sama-sama punya masa lalu yang menyakitkan.

Episode 1 dan 2 seru banget, lucu banget, udah mulai ada teka teki juga yang bikin kita pengen cepet-cepet episode berikutnya. Aku buatkan sinopsisnya ya 😍 Mereka ini pasangan yang lucu. Konfliknya menurutku ringan dibandingkan dengan drama Korea yang isinya dendam dan balas dendam. Setelah nonton ini, dijamin good mood deh 😊

Ditunggu yaa 😉

Gempa 5 Agustus 2018

Hari ini tumben banget, orderan kami meledak, 70 botol. Begadang dari semalam sampe pagi, jam 4 baru tidur. Bangun jam 9, masih lanjut proses orderan. Awalnya rencananya Rai, suamiku, yang kirim sendiri pake motor. Batal karena mulai hujan. Jadi aku, Rai dan anak-anak, Kiandra dan Kalinda, kirim orderan sama-sama sambil cari makan, sekitar jam 12 sampe jam 2.

Pulangnya, aku kirim sendiri karena di deket rumah ketemuan di Pizza Hut. Eh ternyata sahabat-sahabatku ngasi surprise ultah. Nongkronglah di sana sampe sore jam 6.

Jam 6 harusnya aku ke banjar, tapi aku nggak dateng. Aku utamain anak-anak. Dan rai juga harus ke rumah temennya bawa file penting. Jadi lagi-lagi rencana berubah. Syukurnya Rai dan anak-anak udah mandi. Aku nggak mandi dan cuss berangkat sekalian mau kirim ke Nusa Dua juga. Kiandra aku pakein baju yang udah lama banget dia nggak pake, warnanya oranye gitu. Trus Kalinda aku pilihin juga yang warna oranye senada bergambar Hello Kitty.

Sekitar jam setengah 8, sambil di perjalanan aku idupin lagu Nidji yang judulnya Tuhan Maha Cinta, aku pengen aja gitu update status di Facebook dengan lirik lagu Nidji itu.

Tuhan Kau Maha Pengasih, Tuhan Kau Maha Penyayang..

Trus kami sampe di Monang Maning, rumah temennya Rai. Biar nggak rempong, Rai turun sendiri, aku dan anak-anak diem mobil di parkiran depan rumahnya itu. Rumahnya itu masuk gang, dan di depannya ada kayak parkiran luas gitu. Kami parkir mobil di bawah pohon.

Rai masuk ke rumah temennya dan ibuku telepon. Sambil pangku Kalinda, aku ngobrol sama ibuku di telepon, sementara Kiandra tiba-tiba pindah ke depan. Kiandra matiin mobil dan ngidupin lampu sein.

Aku udahan teleponan dan aku pindah duduk ke kursi depan. Aku idupin lagi mobilnya biar ac nyala dan aku bisa charge hp. Aku akhirnya taruh Kalinda di bouncer yang dipasang di kursi depan, sebelah supir, sambil nyanyi juga sama Kiandra. Aku iseng ambil Oat Milk yang aku bekelin di bawah bouncer karena aku kelaperan.

Di sinilah mulai..

Kiandra masih ngoceh, Kalinda kakinya aktif banget. Aku ngerasa mobil geternya keras banget, trus aku liat bouncer juga goyang keras. Pas ini aku masih biasa, nggak curiga. Aku bahkan sempet ngomong ke Kalinda “Adik Kalinda kakinya nggak diem-diem yaaa” dan dia senyumin aku. Setelah itu, kayak ada yang goyang-goyangin mobil, yang bikin aku kayak lempuyengan. Mulai aku curiga ada apa, dan aku buka pintu mobil.

Orang-orang pada lari, aku liat ke atas, pohonnya geter, kakiku baru satu aja yang turun mobil. Aku panik. Aku keluar mobil sambil pegang pintu karena bener-bener goyang dan lama. Aku teriak panggil Rai “Ayaaaank” tapi dia belum dateng. Kalinda yang masih di bouncer aku ambil tapi tangan masih gemeteran. Aku panggil Kiandra yang masih berdiri di belakang “Kiandra ayo keluar” tapi Kiandra bengong liat aku panik.

Bersyukur Rai dateng, lari kenceng di antara orang-orang. Aku udah nangis “Yank cepet ambil Kiandra”. Trus Kiandra berhasil digendong sama Rai, kami tutup pintu mobil yang masih nyala. Kami ke pinggir jalan nyari tempat yang agak lengang. Rai peluk aku sambil kita gendong anak-anak dan aku masih nangis. Rai pasti tau aku ketakutan dan panikan.

Dan sepanjang kejadian itu, sepanjang dan selama itu juga masih gempa. Beberapa saat akhirnya reda. Dan aku ikut masuk ke rumah temennya Rai sambil masih gemeteran.

Setelah selesai urusan di sana, kami pamit. Bingung, berani ke Nusa Dua nggak ya. Aman nggak ya, gempa lagi nggak ya. Akhirnya kami putuskan lanjut aja ke Nusa Dua. Toh kita sama-sama. Sampe Nusa Dua, bentar aja di sana drop Edamame Milk, trus pulang. Di perjalanan pulang, cek-cek Whatsapp katanya ada gempa lagi, tapi kami nggak ngerasa mungkin karena lagi di jalan.

Kami pulang dengan selamat. Bersyukur banget Tuhan melindungi kami. Di Lombok katanya banyak korban, semoga udahan korbannya, cukup segitu aja. Semoga Tuhan selalu melindungi dan memberkati kita.

Ini foto setelah sampe rumah. Entah kenapa, baru sadar, mobil coklat metalic kayak oranye, anak-anak aku pakein baju oranye. Sudahlah..

Tetap bersyukur.. Dan mari berdoa untuk saudara-saudara kita di Lombok..

Bubur Goreng

Udah siang, aku cuma makan dikit karena ikan membuatku mual. Kayaknya ikan itu kurang mateng atau bumbunya kurang kuat ngurangin amisnya. Jadi aku cuma makan nasi dan sambel yang aku curi dari dapur kakakku 😁

Kiandra biasa sarapan wafer atau roti. Agak siang barulah makan berat. Sambil Kiandra cemil apel, aku berencana coba masak nasi goreng rice cooker pake tutorial yang ada di youtube.

Kiandra: ibu mau masak apa bu?

Aku: ibu mau masak nasi goreng, tapi tunggu yaa

Cemplung-cemplung bahan, pencet cook. Karena pengalaman sebelumnya gosong, jadi aku cek beberapa kali. Eh airnya udah abis, tapi aku cicipin nasinya belum mateng. Hmm, ada ide apa ya. Aku tambahin air dan bumbu nasi goreng.

Aku tunggu lagi, kok airnya nggak surut juga. Tapi aku cicipin, nasinya kematengan. Yahhh.. Gagal sudah nasi gorengku.

Aku coba sisihkan satu sendok di mangkok, aku tiup supaya nggak terlalu panas, aku suapin Kiandra. Nyam nyam nyam dia menikmati sambil nonton.

Aku: gimana? Enak?

Kiandra: enak.. (flat)

Aku: suka?

Kiandra: suka.. (masih flat)


Waduh gimana nih, dia setengah hati kayaknya. Tapi..

Kiandra: ibu, haaaa (sambil nganga)

Aku suapin sambil bengong liatin dia. Trus aku chat Ajiknya buat laporan.

Kiandra: ibuuu, haaaa.. (nganga lagi)

Aku taruh hp dan mau ambil sendok tapi Kiandra rebut sendoknya.

Kiandra: yaudah, gunggek aja (dia ambil sendiri dan makan)

Terharu banget ya. Ini lho makanan gagal. Yang penting masih layak makan deh. Dan terakhir..

Aku: Kiandra ini maemnya udah abis semangkok, mau tambah lagi?

Kiandra: tambah lagi (sambil manggut)

Percayalah, kalo jadi aku, inilah rasa syukur luar biasa pada Tuhan. Tuhan kasi anak yang sehat dan lahap makan. Thank God..

– Resep Nasi Goreng Rice Cooker Gagal –

Beras 2 cup

Air secukupnya seperti masak nasi biasa

Margarin 1 sdm

Sayur-sayuran bebas (aku pake jamur dan bayam) potong-potong

Bumbu nasi goreng, boleh yang instan, tapi disarankan yang homemade yaa

Cara memasak:

Masukkan semua bahan ke rice cooker

Pencet cook

Tunggu mateng deh..

Kalo rice cookernya bagus, seharusnya hasilnya bagus. Kalo kayak aku, mungkin aku yang nggak jago masak 😉