Lagi Seneng

Ya biasa gitu. Kadang seneng, terlalu seneng, kesenengan. Abis nyanyi sambil digitarin suami, pasti mood langsung bagus. Berasa jadi orang paling bahagia di bumi. Berasa jadi orang paling beruntung dapetin suami romantis macam Rai ini.

Padahal, ada nyebelinnya juga. Banyak malah. Ada ngeselinnya banget. Ada sedihnya juga. Tapi, perasaan sekarang ada baiknya aku tulis sebagai pengingat diri sendiri bahwa aku dan Rai juga banyak bahagianya.

Bahagia itu sederhana ya bener buat aku. Aku selalu percaya, bukan uang yang paling bisa membuat bahagia, bukan uang yang pertama dan utama. Yang paaaling bikin bahagia buat aku adalah cinta, kasih sayang dan kejujuran. Ketiga hal itu kalo disatukan akan menjadi hal yang nggak bisa dinilai dan dibandingkan dengan uang sebanyak apapun.

Maka tetaplah membuatku bahagia, Rai Rahmayuda..

Ending 2019

Tahun 2019 itu lumayan berat buat kami. Kayak bermasalah terus, kayak udah di puncaknya aku menahan kesabaran dan selalu memaafkan. Di tahun ini, aku berubah. Nggak lagi bisa memaafkan. Terjadi begitu saja. Bagiku ini keterpurukan untuk kami karena ini tandanya kami sudah sangat menyerah menghadapi mereka.

Tahun 2019 juga kami penuh rencana, penuh mimpi dan khayalan. Bercita-cita aja terus.

Tahun 2019, anak-anak bertumbuh Dan berkembang sangat pesat. Kiandra mulai sekolah tahun ini. Bahkan setelah mendapat raport, Kiandra sangat berkembang bagi kami, cara bicaranya, pemahamannya tentang sesuatu, sikapnya. Kalinda pun semakin pintar di tahun ini. Usia Kalinda belum genap 2 tahun, tapi bicaranya sangat lancar, sudah bisa melompat dan komunikasinya sangat bagus.

Tahun 2019 ada suka dan duka, pastinya kami lebih banyak bersyukur.

Berharap tahun 2020 kami semakin baik.

Maaf

Maaf aku masih belum bisa.

Belum bisa jadi orang baik yang pemaaf. Belum bisa lupain rasa sakitku. Belum bisa lakuin hal yang sebenarnya ada di kepalaku, tapi sering banget badanku nolak, tanganku nolak, mulutku nolak, mataku nolak.

Aku masih mendendam. Masih nggak terima sama perlakuan orang-orang itu ke aku. Aku masih tenggelam dalam kemarahan. Aku sadar itu. Aku tau itu salah. Tapi hey, aku manusia. Aku bisa sakit hati, marah, sedih dan kecewa.

Aku masih pengen membalas. Kejahatan yang mereka lakuin ke aku, aku pengen biar aku yang membalasnya. Biar aku liat, gimana reaksi mereka setelah diperlakukan sama? Biar mereka tau, itu yang aku rasain selama ini.

Salah? Iya, aku tau. Makanya, maaf, aku masih belum bisa.

Sekarang aku bodo amat. Hhe. Aku nggak berusaha ngubah apapun. Aku cuma mau jalanin hidupku. Kalo perlu ya ngomong, kalo nggak perlu yaudah nggak usah ngomong. Repot sekali dan menyakitkan kalo aku harus memaksakan diri.

Biar aku tunggu aja. Aku selalu berdoa sama Tuhan biar aku cepet disadarkan, biar aku ditunjukkan jalan yang benar, biar aku menjadi lebih baik daripada ini.

Maaf ya..