Nggak Jadi OSIS

Waktu itu aku pengen banget jadi OSIS. Hanya untuk merasa keren, tanpa tau harus ketinggalan pelajaran dan waktu. Eh, endingnya sesuai judulnya. Aku nggak jadi OSIS. Tapi ini cerita tentang bagaimana perjalananku yang berhubungan dengan OSIS.

Waktu ada pengumuman, aku semangat ikut daftar. Trus dateng sepulang sekolah, disuruh pake pakaian celana panjang dan baju putih panjang milik sekolah, persis seperti MOS dulu. Rai, pacarku waktu itu, sempet mengingatkan, mungkin ini mau latihan baris berbaris dan sejenisnya. Bener aja, waktu itu latihan baris berbaris, belajar minum air putih satu gelas dibagi sama sekian puluh orang, jalan jongkok, lari, dan sebagainya aku lupa yang lainnya.

Waktu itu, romantisnya, Rai dan sahabatnya nengok aku ke sekolah. Aku sempet jadi pusat perhatian dari kakak OSIS karena ditengokin pacar. Dan waktu pengumuman step awal ini, kami semua dinyatakan lulus. Dan harus melanjutkan step-step berikutnya. Entah kenapa, step berikutnya aku nggak dateng, beberapa kali, aku juga lupa waktu itu kenapa.

Trus, waktu latihan di lapangan Renon, aku usahakan datang. Nah, waktu itu, kami, diteriakin, dibentakin, pas lari dibentakin, pas berbaris dibentakin, sampe-sampe teriaknya di depan mukaku sendiri, dengan kontak mata. Menyakitkan buatku. Mungkin temen-temen lain nggak apa-apa. Tapi aku sangat marah. Jujur aja, aku memang menggerutu dengan kata kasar. Ada kakak OSIS yang liat, dan makin mencaci aku. Aku yang waktu itu udah sangat emosi, pergi dari barisan, ambil tas, dan menuju ke parkir. Mereka, kakak OSIS itu, teriakin aku. Dan aku teriakin balik “awas kalian semua!!!”.

Aku pergi sambil nangis wkwkkwk. Aku bukan pulang, tapi aku cari Rai. Dan Rai cuma bisa bilang “kan sudah aku ingetin”. Aku ngomel, tes mental sih tapi kan nggak harus mencak-mencak di depan muka. Bikin emosi. Kita udah capek, dibentak, nggak di depan muka juga. Dan aku memutuskan nggak usah ikut lagi. Ternyata ada juga temenku yang nggak jadi ikut juga karena terlalu keras ujian mentalnya.

Pernah sekali waktu aku dijemput sama Rai di depan sekolah. Dan waktu itu ada ketua OSIS juga lagi di depan sekolah. Aku bilang sama Rai “eh ada ketua OSIS”. Rai tiba-tiba mau nemuin dia. Aku udah larang tapi Rai mau ngomong aja katanya. Entah apa yang mereka omongin, kurang lebih Rai mengkritik cara OSIS dalam pelatihan.

Trus pernah juga, aku dan temenku lewat ruang OSIS. Aku nggak tau ada OSIS atau nggak di ruangan mereka. Temenku ngajak ngobrol, aku lupa lengkapnya obrolin apa, aku ingetnya temenku nanyain tentang makan babi, dan kami ngobrolin daging babi.

Ehhh, beberapa hari kemudian, aku dicari sama OSIS perempuan beberapa orang, yang waktu di Renon bentak-bentak aku. Aku menghadapi mereka sendirian. Mereka bilang aku ngejek mereka babi, memang sih mereka agak berisi, tapi aku nggak ada ngejekin mereka wkwkkwk, sensi banget sumpah. Trus mereka bilang tentang pacarku yang mengkritik ketua OSIS, harusnya bisa dilakukan di sekolah, masuk ke sekolah dan bicara di dalam sekolah. Lhoooo, ketua OSISnya waktu itu nggak ada mempersilakan masuk, Rai lho orang luar, masak nyelonong aja. Ketua OSISmu lho katanya oke dan menerima kritikan itu. Dan aku pun minta maaf sama mereka, kalo bikin tersinggung soal omonganku yang padahal nggak ngomongin mereka. Dan minta maaf soal Rai yang mengkritik mereka.

Udah sih, itu aja. Di sini aku nggak bermaksud ngomongin OSIS secara keseluruhan. Cuma beberapa poin kecil aja. Waktu itu, di jamanku itu, dan beberapa orang OSIS, nggak semuanya lho yaa, menurutku, pelatihan untuk menjadi OSIS, sebaiknya tegas tapi tetap santun. Beberapa orang OSIS, perempuan lho, membentak dengan kontak mata, itu kayaknya kurang gimana gitu. Melabrak untuk hal-hal yang belum pasti, bahkan aku satu menghadapi sekian orang dari mereka, walaupun cuma bicara, kurang pas aja.

Itu aja sih. Semua sudah berlalu, semua bumbu-bumbu masa remajaku hahahaha. Ini yang paitnya, yang lain manis kok, manis banget malah. Ini sisi lainku. Ini kekuranganku supaya pembaca tau heheheh. Dan dari semua yang terjadi, aku dapet banyak sekali pelajaran. Banyak perbaikan, dan berusaha membuang hal buruk dan menambah hal baik setiap harinya dalam pergaulan. Ditambah lagi, aku dari desa dan susah bergaul. Jadi waktu itu aku merasa sangat apes hahahha.

Tapi OSIS angkatan berikutnya sepertinya semakin baik, apalagi jaman sekarang, udah keren banget dan keliatan kompak. Semoga sekolahku semakin maju dan berkembang.

Iklan

Musik dan Lagu

Dari kecil aku emang dikenalkan sama nada, lagu, musik dan kawan-kawannya. Jadi aliran seni ini rasanya selalu ada di hidupku sampe sekarang. Waktu kecil diajak mekidung, diajak nyanyi, denger dan selalu denger.

Kakak-kakakku juga punya bazzoka jaman itu dan suka stel lagu-lagu, di mana lagu-lagu itu menjadi favoritku juga sampe sekarang. Jadi nggak heran aku sampe sekarang selalu hidup dengan lagu dan musik, dari daerah terutama Bali, nasional maupun mancanegara.

Ada beberapa alasan aku menyukai musik atau lagu.

1. Karena lagu dan musiknya bagus

Contohnya: Andra and The Backbone yang tanpa lirik judulnya Surrender. Padahal kan nggak ada liriknya, tapi enak didenger, menambah fokusku biasanya dalam mengerjakan sesuatu. Seolah-olah membawa hati ke mana Andra ingin pergi. Amazing kan efeknya..

2. Karena lagu dan musiknya sesuai isi hati dan suasana

Nah ini nih. Aku nih orangnya baper-an. Kebawa perasaan melulu. Makanya kalo ikut ceramah atau nonton film drama, aku cepet banget terharu. 

3. Karena dikenalkan oleh seseorang

Seperti yang aku tulis di atas, aku suka lagu-lagu yang diputar oleh kakak-kakakku waktu aku kecil sekitar umur 4-5 tahun deh kayaknya. Sampe sekarang jadi suka. Misalnya lagu-lagu Yong Sagita, Widi-widiana, dll.

4. Karena dikasi oleh seseorang

Hihihi, lagu-lagu kenangan ini, nostalgia bersama pasangan atau mantan. Wakakkaka.. Contohnya: ada satu lagu yang selalu kami (aku dan Rai) jadiin booster kalo boring sama hubungan. Mungkin aku aja ya, Rai nggak, abis Rai tuh orangnya nggak peka gitu hahahha. Lagu ini adalah lagu yang dia nyanyiin waktu kami pdkt, sambil dia main gitar. Trus liriknya juga diSMSin sama dia. Kayak ungkapin perasaan gitu. Jadi melekat sampe sekarang. Lagunya berjudul Ruang oleh The Cat.

Musik, lagu, nada.. Melekat banget sama aku, mungkin juga kita semua. Banyak makna di dalamnya. Aku berharap musisi dan seniman kita selalu semangat berkarya. Keindahan itu masuk ke dalam hati melalui telinga, lalu ke alam bawah sadar, ketok-ketok pintu semangat kita, trus terbuka dan kita jadi semangat deh 😉

Message (3)

Aku pikir kau tak bisa menguatkanku. Aku pikir kau melepaskan tanganku. Aku pikir kau meninggalkanku. Aku pikir semuanya tentang apa yang tak kau lakukan.

Aku lupa. Aku lupa ada banyak hal lain yang sudah kau lakukan. Aku lupa apa yang sudah kau berikan.

Aku lupa. Lupa kau juga butuh aku kuatkan. Lupa kau juga butuh genggaman tanganku. Lupa bahwa kau tak selalu kuat.

Kita memang pernah salah tapi kita berhak untuk kembali menjadi anak baik. Kita memang pernah hilang arah tapi kita harus mencari lagi jalan yang benar.

Karena.. Kita berhak bahagia..

Message (2)

Ketika aku berencana melukaimu, aku juga terluka.

Ketika aku ingin membuatmu sedih, aku juga sedih.

Kamu tidak akan pernah tau rasanya menjadi aku yang terbuang, menjadi aku yang tak berguna.

Menjadi aku yang bodoh dan selalu percaya kecerobohanmu.

Tidak, aku tidak mau lagi. Aku sudah terluka. Sudah tanpa rasa.

Kamu tidak akan pernah tau, orang lain bisa saja mencintaiku, bisa saja tertarik padaku.

Kamu tidak akan tau rasanya kehilangan.

Message (1)

Aku akan mencoba lebih menyayangimu. Aku akan mengurangi sifat burukku. Tidak peduli berapa kali pun kamu menyakitiku. Aku akan selalu satu kali lebih banyak menyayangimu daripada kamu menyayangiku. Jika kamu menyayangiku satu kali, aku akan menyayangimu dua kali. Kamu nggak akan bisa mengalahkanku.

Gempa (lagi) 9 Agustus 2018

Suamiku, Rai, sebenernya pengen buru-buru berangkat kerja, udah terlalu siang buat dia. Entah kenapa tiba-tiba aja aku bilang “Bisa nggak kamu kerja dari rumah aja hari ini?”

“Tapi aku harus submit..” jawabnya bingung.

Refleks aja gitu mukaku manyun. Dan dia bilang “Yaudah abis aku submit, aku usahain pulang ya”.

“Ah nggak usah deh, kerja aja dah, sekalian sampe jam pulang”, kataku.

Dia berangkat. Kalinda akhirnya mau tidur siang. Jadi aku bisa temenin Kiandra main. Kiandra anteng. Pas banget ada Whatsapp orderan Edamame Milk 5 botol. Mumpung Kalinda tidur dan Kiandra anteng, aku sambil panasin air ah di dapur, rebus edamame.

Sambil nunggu air panas, aku temenin Kiandra lagi. Bahkan dia bisa bicara bahasa Inggris campur-campur. “Ibu, Ibu, I want this”, nunjuk-nunjuk coklat.

“What color is this?”

“Red!”, jawabnya semangat, sambil aku videoin. Begitu selesai videoin, tiba-tiba kamar berasa berguncang.

Aku taruh hp, aku angkat Kiandra, aku lari ke kasur, dan angkat Kalinda yang lagi tidur. Aku denger ada yang jatuh di balik lemari. Bodo amat. Aku gendong kedua anakku lari ke luar kamar. Aku teriak tapi nggak histeris. Kiandra dan Kalinda ikutan kaget tapi mereka diem.

Gempa berakhir kayaknya nggak sampe 20 detik. Rai video call. Aku berusaha tenang. Aku cek ternyata parfumnya anak-anak jatuh dari meja rias. Ah sedihnya gempa lagi. Mudah-mudahan ini segera berakhir. Kasian saudara-saudara di Lombok yang lebih parah.

What’s Wrong with Secretary Kim?

Aku jarang nonton Korea. Trus sejak resign, aku bertekad akan nonton Korea setiap hari. Buahahhahahha..

Aku install iflix. Eh ada iklan Korea yang judulnya What’s Wrong with Secretary Kim. Gambarnya bagus, aku tertarik nonton.

Ceritanya, Kim Mi So adalah sekretaris dari Wakil Presdir Lee Young Joon. Kim Mi So sangat bisa diandalkan karena dia sudah bekerja menjadi sekretaris selama 9 tahun. Lee Young Joon merupakan sosok Wakil Presdir yang sempurna, tampan, pintar, masih single.

Suatu hari, Kim Mi So tiba-tiba mengajukan resign. Dengan alasan dia ingin hidup sebagai dirinya sendiri dan bukan sebagai sekretaris dari seseorang. Lee Young Joon kaget dan bertanya-tanya, ada apa ya dengan sekretaris Kim? Lee Young Joon yang sangat percaya diri, menduga bahwa Kim Mi So jatuh cinta padanya.

Ternyata, mereka berdua sama-sama punya masa lalu yang menyakitkan.

Episode 1 dan 2 seru banget, lucu banget, udah mulai ada teka teki juga yang bikin kita pengen cepet-cepet episode berikutnya. Aku buatkan sinopsisnya ya 😍 Mereka ini pasangan yang lucu. Konfliknya menurutku ringan dibandingkan dengan drama Korea yang isinya dendam dan balas dendam. Setelah nonton ini, dijamin good mood deh 😊

Ditunggu yaa 😉