Terlalu Banyak

Ternyata aku mengeluh terlalu banyak. Seorang kawan membagikan sebuah video youtube di facebook. Isinya tentang seorang bayi yang lahir dengan berat badan sangat rendah. Dia dirawat di ruang NICU dengan banyak kabel menempel di tubuhnya. Hidungnya ditempelkan alat, bahkan untuk menyusu juga ditempelkan alat. Kaki dan tangannya kurus kecil. Badannya lemah. Tapi matanya bersinar penuh semangat. Aku, yang baru aja kemarin menjadi ibu, sangat sangat sangaaattt sesak melihatnya. Nggak tega. Bener-bener nggak tega.

Pada akhirnya setelah 107 hari dirawat, dia diijinkan pulang. Dia tumbuh seperti Kiandra. Lucunya bayi itu. Senyumnya tawanya bahagianya. Seperti menunjukkan bahwa kabel-kabel yang sebelumnya menempel di tubuhnya itu bukan masalah besar.

Aku lirik Kiandra yang sedang tidur pulas. Dalam hati “hidupku kurang disyukuri gimana lagi”.ย Ternyata aku meminta terlalu banyak. Anak sehat, keluarga sehat, keluarga rukun, itu udah cukup harusnya. Ini nunjukin ke diriku sendiri, setiap masalah pasti bisa kita lewatin, tapi janganlah membuat masalah.

Try to Forget?

Apa yang menyebalkan selain dikecewakan? Yaitu seseorang yang lupa pada kalimatnya sendiri.

Nggak, nggak masalah. Katanya kan manusia itu bisa salah dan lupa. Iya sih.

Tapi jangan jadiin lupa sebagai penutup bobrokmu, jangan bilang lupa untuk membela dirimu. Oke, kalo tetep bertahan dengan kesengajaanmu untuk lupa. Nggak apa2.

Tuhan denger, Tuhan liat. Itu aja ๐Ÿ˜‰

View on Path

Anak Tantrum

Syukur, aku udah pernah baca tentang anak tantrum dan tips menghadapinya.

Yang pertama, kemarinnya kemarin (kemarin lusa) Kiandra nggak mau diajak pipis di potty sebelum tidur. Ngamuk, tapi salahku, aku tetep maksain, jadi dia tambah kenceng nangisnya, dan itu udah malem di mana semua penghuni rumah udah tidur. Jadi aku sedikit kesel. Tapi ya aku cuekin dia nangis. Trus tidur karena nyusuin.

Yang kedua, kemarin, kiandra tidur kesorean. Sekitar jam 6 sore baru tidur dan jam 7 bangun. Bangunnya juga seneng-seneng aja kok. Ketawa becanda, biasa. Trus aku ajak ke kamar mandi dan mandi. Baru aja kena air malah langsung nangis gerong-gerong sesenggukan. Dramatis banget. Aku tenang-tenang aja, aku diemin aja sambil sabunin dan bilasin. Trus pake handuk tetep nangis-nangis tapi sambil lirik-lirik televisi yang lagi ada kartun. Pake baju dan celana nurut-nurut aja tapi tetep nangis. Ditawarin nyusuin nggak mau. Ya sudah, aku tetep tenang. Aku minta suami untuk keluar kamar dan jelasin kalo ada yang nanya. Jelasin bahwa Kiandra baik-baik aja dan bukan nangis karena dimarah atau semacamnya. Bahwa Kiandra nangis seperti ini karena maunya dia sendiri.

Setelah beres ganti baju, aku ajak main boneka. Dia mau tapi masih sesenggukan. Oh, pasti dia laper, aku pikir. Trus aku ambilin biskuit karena abang gojek belum dateng beliin bubur. Dia maem 2 biskuit kecil-kecil lahap. Ternyata bener, laper toh. Tapi dia nggak bisa bilang. Syukur kemarin aku bisa tenang. Kalo aku marah dan kesel trus cuek, bisa jadi dia nggak mau makan juga, tambah stress lagi aku.

Setelah bubur dateng, Kiandra juga makan lahap. Ya sudah. Akhirnya kami bermain sampe capek dan tidur nyenyak. Nah, karena Kiandra sebelumnya juga tantrum saat diajak pipis sebelum tidur, jadi aku nggak ajak dia pipis. Aku tunggu dia tidur, udah lelap dan nyenyak, aku gendong dan aku dudukin di potty dalam keadaan tidur, trus aku bangunin setelah dia duduk. Dalam keadaan ngantuk, dia pipis deh. Udah deh, jadi nggak ngompol sampe pagi. Hahhahah.
Kiandraaa oh Kiandra, ada aja ulahnya.

Hari Untukmu

Berharap kisah ini akan lebih baik

Terbaring ku disini menerawang ke langit

Tunjuk satu bintang

Buatkan harapan

Terbang tinggi

Menuju resah yang ada

Aku dan dirimu

Tentukan pilihan nanti

 

Walau kau di sini tak peduli tentang perasaan ini

Ketika kau terjatuh pastikan nafasku menyelamatkanmu

Hariku harimu

Yakin kan kemelut ini usai

Hariku untukmu

Tak kan berubah ditelan waktu

 

Katakan semua yang ada di benak kita

Jadikanย sederhana tanpa kata cela dan buat bermakna

 

Tunjuk satu bintang

Buatkan harapan

Terbang tinggi

Menuju resah yang ada

Aku dan dirimu

Tentukan pilihan nanti

 

Walau kau di sini tak peduli tentang perasaan ini

Ketika kau terjatuh pastikan nafasku menyelamatkanmu

Hariku harimu

Yakin kan kemelut ini usai

Hariku untukmu

Tak kan berubah ditelan waktu

 

Jangan, jangan pernah hilang

Semua rasa tak kan pernah berubah

Hingga langkah ini lelah

Trus mengejar, trus tak menyerah

 

Menggenggam Pasir

Di pinggiran pantai aku berdiri membawa segenggam pasir darimu. Pasir yang tak boleh hilang sebutir pun. Aku jaga sambil sesekali berlari menjauhi ombak agar tak terhanyut pasirmu. Aku tak bisa pergi dari pantai karena menunggumu berlayar ke lautan.

Sesekali aku ingin minum kehausan. Tapi tak bisa karena kedua tanganku harus menggenggamnya. Jika ku pegang terlalu erat ia akan hancur. Jika ku pindahkan ia akan goyah. Sedangkan kau lama tak datang untuk mengambil pasirmu.

Mungkin inilah saatnya aku lepaskan saja. Akan aku satukan ia di pantai sehingga ombak bisa memeluknya, atau orang-orang bisa menginjaknya.

Ia yang lembut akan aku satukan dengan teman-temannya. Ia akan mencari jalannya sendiri diterbangkan oleh angin.

Namun, ketika kau kembali, aku tak akan bisa memberimu pasir yang sama lagi. Aku lelah menunggu dalam kehausan. Aku harus lepaskan genggamanku hingga tanganku terbebas.

Resep Soto Ceker untuk Kiandra

Sebenernya ini lanjutan dari kaldu ceker. Jadi, setelah menjadi kaldu dan ceker tersebut tersisa, aku coba untuk bikin yang lain selain ceker pedas. Kalo ceker pedas yang nggak pedas sih bisa buat Kiandra, tapi kebanyakan kecap aku kasian. Aku coba deh cari-cari resep soto yang simple.

Resep Soto Ceker ala Ibu Kiandraย 

Bahan :

  • kaldu ceker secukupnya
  • ceker sisa secukupnya, ini cekernya empuk banget karena abis dari slowcooker
  • sayur sisa kaldu, di aku ada potongan bawang bombay dan wortel
  • kalo bisa tambah seledri cincang yang fresh
  • minyak untuk menumis

Bumbu halus :

  • bawang merah 1
  • bawang putih 1
  • ketumbar bubuk secukupnya
  • kunyit dikiiit aja
  • jahe juga dikiiit
  • merica
  • gula dan garam secukupnya untuk anak di atas 1 tahun

Cara memasak :

  1. Haluskan bumbu, bisa diulek lebih cepet sih, bisa juga diblender menurutku lebih lama karena bahannya sedikit, jadi akan lama mengguncang-guncang blendernya lagi, nyucinya, nyolokinnya hahaha
  2. Panaskan minyak secukupnya, tumis bumbu halus
  3. Masukkan kaldu, ceker dan sayuran
  4. Selesai

Simple kan? Nggak lama kok, cuma 10 menit. Karena kaldunya udah jadi, cekernya udah empuk, sayur udah empuk, jadi tinggal ulek bumbu dan proses dah nggak lama. Dan hasilnya, Kiandra lahap banget makan soto cekernya. Dia penasaran sama cekernya. Inget diperhatiin aja pas makan biar nggak kemakan tulangnya.

Eh kalo anak di bawah 1 tahun juga bisa kok, tinggal diubah teksturnya jadi lebih lembut atau dicincang, gula garamnya dihilangkan ya.