Udah Lama Nggak Nulis

Rasanya emang lama banget nggak nulis. Padahal ada banyak ide. Ada banyak yang pengen aku ceritakan. Banyak banget perubahan dan pelajaran. Hanya saja saat ini ada yang lebih penting dibandingkan nulis. Biarlah, waktuku aku serahkan sepenuhnya untuk suami, anak-anakku dan keluargaku. Nulis nunggu waktu senggang aja. Semoga dengan ini, menjadi pemicu untuk tulisan-tulisan berikutnya. Satu per satu akan aku ceritakan. Ditunggu yaa 😍

Iklan

Tandem Nursing

Halooo..

Aku pikir setelah Kalinda lahir, Kiandra akan menjauh dari kegiatan menyusui, karena aku pernah mendengar beberapa pengalaman bahwa si kakak akan berhenti menyusu setelah adiknya lahir. Ternyata.. nggak sama sekali. Kiandra justru meminta dan membagi PD menjadi hak milik masing-masing. Misalnya ketika dia ingin sisi kiri, maka sisi kiri ditetapkan menjadi miliknya dan sisi kanan menjadi milik Kalinda.

Aku membaca di sebuah blog tapi aku lupa blog yang mana. Bahwa di saat tandem nursing, yaitu menyusui adik dan kakak, menyusui adik adalah yang paling penting. Karena menyusui adik sama dengan memberinya makan, dan hanya bisa kita berikan melalui menyusui. Sedangkan menyusui kakak adalah untuk memberinya kenyamanan, apalagi usia Kiandra sudah hampir 3 tahun. Aku kemudian meniru prinsip ini.

Keuntungan tandem nursing untuk aku sebagai ibu menyusui adalah ketika PD penuh, mulai bengkak dan nggak nyaman sedangkan Kalinda sudah kenyang, dan ASI mulai menetes. Aku akan mengejar Kiandra supaya dia mau menyusu. Setelah itu, PD akan terasa lebih ringan dan nyaman.

Kiandra bertugas menyusu di awal sebelum Kalinda menyusu. Tujuannya supaya Kalinda nggak tersembur ASI yang biasanya terlalu deras setelah beberapa hisapan. Kiandra juga bertugas menyusu di akhir setelah Kalinda menyusu bertujuan untuk mengosongkan habis ASI sehingga PD akan memproduksi lebih banyak lagi.

Untuk Kalinda tentunya ASI sangat bermanfaat. Dan yang aku baca di blog itu juga, ASI usia ini juga bermanfaat untuk Kiandra. Katanya si kakak akan jarang sakit, bener banget, bersyukur banget Kiandra nggak pernah sakit selama tandem nursing sampai saat ini. Daaaan, Kiandra terasa makin berat, tapi kami belum ajak timbang.

Jeleknya tandem nursing menurutku cuma satu, aku nggak boleh kelaparan. Jadi aku harus makan terus, terus makan. Karena setiap menyusui selesai, aku akan kelaparan. Kalau aku berani mencoba nggak makan dan menyusu lagi, akan terasa banget PD isinya air doank dan nggak ada hindmilk. Korbannya nanti anak-anak. Sooo, nggak apa-apa ya kalo sekarang-sekarang ini aku banyak makan dan agak bengkak, hehehe. Sementara lupakan dulu body kurus sexy langsing perut rata.

Mungkin ada yang nanya, kenapa nggak sapih aja kakaknya?

Mungkin aku akan jawab, ya kenapa harus sapih? Kami nyaman dan bahagia (dan “seru” pastinya) dengan tandem nursing.

Posted in Tak Berkategori

Melahirkan Kalinda dengan Waterbirth dan SC

Judulnya ngeri yaa, hehehhe. Sebelum lanjut, aku intro dulu ya. Jadi Kiandra anak pertamaku dulu lahir dengan operasi SC. Alasannya karena macet di bukaan 2 selama 2 hari. Sabtu mules-mules, minggu pagi mulesnya hilang. Minggu malem dirujuk ke RS, diinfus dan kontraksi lagi. Senin pagi diinduksi, sakiiittt banget kontraksinya, tapi tetep bukaan 2. Akhirnya SC.

Trauma dengan riwayat melahirkan kayak gitu, aku pindah dokter dan mencari yang bener-bener terpercaya pro persalinan normal, bahkan yang mendukung VBaC. Aku pun ikut kelas parent path, untuk belajar mengenai persalinan. Dari private itu aku mendapatkan semangat dan traumaku serasa hilang. Berubah menjadi semangat.

Aku juga ikut kelas yoga sejak usia kandungan 34-35 weeks. Ini terlambat tapi ya sudahlah hehehhe. Aku (merasa) rajin jalan kaki pagi hari dengan mebanten, berusaha squat sesering mungkin agar terbuka jalan lahirnya, yoga di rumah juga aku lakukan, olahraga dengan gymball juga sudah. Di usia kandungan 39 weeks, aku ikut olahraga zumba ringan.

Persalinan Datang

Selasa, 20 Februari 2018

Aku merasakan seperti kontraksi. Tapi nggak begitu sering dan keras. Aku merasa sepertinya udah tanda-tanda. Tapi belum keluar lendir darah seperti Kiandra dulu.

​Rabu, 21 Februari 2018

Dari pagi udah mulai kontraksi. Aku sampaikan ke kantor bahwa sepertinya aku nggak bisa dateng kerja lagi karena udah tanda-tanda kontraksi yang teratur. Karena belum berpola 511 seperti saran di kelas parent path, aku berusaha diem di rumah dulu. Tapi bosan, aku, Rai dan Kiandra jalan-jalan sore ke Centre Point untuk makan, kemudian ke rumah kakak ku untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke kakak ipar. Kontraksi jalan terus. Keluargaku bilang aku akan cepat melahirkan.

Jam 1 malem ke klinik, dicek sama bidan katanya udah bukaan 3-4.

Kamis, 22 Februari 2018

Pagi jam 5 udah bukaan 5 menurut bidan muda. Kontraksi lancar dan maju terus. Jam 7 pagi lanjut ke bukaan 7 menurut bidan muda dan siap nyemplung di kolam waterbirth. Trus dateng dokter dan dicek, kata dokter bukaan 5-6, dicek sama bidan yg senior juga bukaan 5-6. Karena udah 1 jam di kolam, jadi harus keluar dulu dari kolam.

Keluarga semua dateng ngasi semangat. Ponakan-ponakan juga. Ada yang ngambilin teh, ada yang mijetin, ada yang bantu ngempu Kiandra, ada yang fotoin, lengkap deh. Yang pasti semua mendukung aku untuk tetap kuat dan berjuang. Tapi perasaanku udah entah di mana.

Kontraksi lanjut terus, makin cepet intervalnya, lamaaaaa tanpa jeda dan menyakitkan. Dicek lagi, bukaan masih sama, nggak peduli angkanya berapa, yang pasti nggak ada kemajuan. Kata bidan aku keliatan pucet, denyut nadi naik, tapi yang penting detak jantung janin masih normal dan baik-baik aja.

Aku masih bisa bayangkan sakitnya di jam 12 siang itu. Disuruh tarik nafas rasanya susah banget. Pengen nangis nggak dikasi sama bidan, ditenangin sama bidan yang muda, dia bilang “nggak apa-apa pegang tangan saya aja”. Aku lemes padahal udah minum teh manis 2 gelas, telur ayam kampung, buah dll. Nggak kuatttt.

Para bidan telepon dokter, ya aku udah tau, harus operasi. Aku siap. Aku ikhlas. Aku nggak kuat lagi. Keluarga semua mendukung aku secara mental, dan ya aku siap. Semua terasa lambat. Ambulance datang, aku masih kuat jalan sendiri dan naik. Aku tumben naik ambulance, seruuu, sambil nahan sakit, tiduran di dalem rasanya diguncang-guncang, dan kilat banget sampe di rumah sakit.

Sampe di rumah sakit, masuk ke ruang apa ya itu namanya, pokoknya di sana aku paling tersiksa karena harus nunggu administrasi. Aku tau Rai berusaha secepat mungkin, itu cepat, tapi bagiku yang sambil merasakan sakit, itu seharian. Dipasang infus dan arrrghhh, pengen rasanya cepet dibius.

Akhirnya kursi roda itu tiba. Aku duduk di kursi roda dan udah siap akan disuruh jalan sendiri seperti dulu. Eh ternyata enggak, rumah sakit ini lebih ramah pasien. Aku diantar dengan kursi roda sampe di tempat tidur ruang operasi. Cuma tinggal melangkah naik. Tiduran pasang ini itu. Aku pasrah dan berdoa, yang penting adik selamat.

Suntik bius di punggung tetap agak susah tapi dokternya lebih ramah, jadi semua terasa mulus. Operasi dimulai, aku tengok kiri kanan sambil ngerasa badan diguncang-guncang. Keluar suara tangisan. Aku liat adik lewat dan dibawa pergi. Syukurlah, dan aku merem pengen tiduran. Eh bentarnya dateng dokter anak ngeliatin adik. Aku cium bibirnya dan aku bilang Om Swastiastu sayang.

Trus aku berusaha tidur. Bangun-bangun udah sepi. Kaki belum kerasa. Aku dianter ke ruang operasi. Dan rasanya enak banget. Rai dateng dan bilang “Sayank hebat”, bikin air mata netes. Seneng, lega, terharu. Yah, aku kembali lagi di keadaan nggak berdaya. Menjadi pasien, menjadi orang sakit. Tapi nggak apa-apa. Setelah ketemu adik dan Kiandra, semua terasa sempurna dan lengkap.

Welcome our Kalinda Pramesti..

Kehadiranmu sungguh spesial, melahirkan aku menjadi ibu lagi, semoga dirimu bahagia hadir di dunia ini.

Kami menyayangimu..

Lahir tanggal 22 Februari 2018 dengan berat lahir 3.1kg, panjang lahir 49cm, anakku Mirah Trisna Adi dan suamiku Rai Rahmayuda, putri kedua kami bernama Kalinda Pramesti.

Semoga Mereka Dikaruniai

Atas dorongan dari seseorang, draft ini awalnya mau aku hapus, tapi akhirnya aku posting.. Karena nggak ada yang salah dengan postingan ini πŸ™‚

Semoga mereka dikaruniai kehamilan, sehingga bisa merasakan nggak bisa tidur di malam hari karena janin aktif bergerak dan membuat ingin bolak balik toilet untuk pipis.

Semoga mereka dikaruniai kehamilan, sehingga bisa merasakan kram kaki yang membuat terbangun di tengah malam.

Semoga mereka dikaruniai kehamilan, sehingga bisa merasakan cemasnya pada proses persalinan yang akan dihadapi.

Semoga mereka dikaruniai kelahiran, sehingga bisa merasakan perjuangan melahirkan entah itu persalinan normal atau sc.

Semoga mereka dikaruniai kelahiran, sehingga merasakan bahagianya memeluk bayi kecil yang lucu yang nggak tega untuk ditinggal walaupun semenit.

Semoga mereka dikaruniai kelahiran, sehingga merasakan khawatirnya saat bayi sedang tidak enak badan dan harus ditinggal bekerja dan mempercayakannya ke orang lain.

Semoga mereka dikaruniai kelahiran, sehingga merasakan rindunya bertemu dengan bayi dan menanti waktu cepat berlalu setiap harinya.

 

Nothing’s Gonna Change My Love For You

Kita udah sama-sama lebih dari 12 tahun. Kamu tau seberapa kuatnya aku, seberapa galaknya aku, seberapa emosiannya aku, seberapa lemahnya aku dan semuanya. Kamu tau itu. Selama 12 tahun itu sampai sekarang, kita selalu sama-sama. Di saat aku jatuh, di saat kamu jatuh. Di saat aku sukses, di saat kamu sukses. Kita jalani sama-sama, kita hadapi sama-sama. Dan selalu bisa kita lewati dengan baik.

Sekarang ini, di saat ada kejadian seperti ini, yang menurutku “nggak buruk-buruk amat”. Kamu jangan khawatir. Aku lebih kuat dari sebelumnya, aku lebih bisa menghadapi ini daripada sebelumnya. Ayolah, ini nggak sesakit nggak lulus ujian skripsi. Kamu tau aku, jadi kamu nggak boleh sedih ya. Dan nggak usah terlalu mengkhawatirkan ini.

Aku pikir, di awal aku kabarin kamu dan ceritain semuanya ke kamu, kamu juga bisa terima dan santai seperti aku. Tapi hari ini, kamu tiba-tiba kirimin link Youtube dan ada lagu Nothing’s Gonna Change My Life for You, aku udah ngerasa, bahwa kamu lagi sedih dan berusaha menguatkan aku. Ayolah, aku nggak sejatuh itu. Justru akan ngerasa lebih sedih kalo kamu kayak gini. Jadi, jangan yaa.

Kita happy-happy aja kayak kemaren-kemaren. Kita semangat memulai yang baru kayak kemaren, kayak semalem kita testing-testing. Ayolah, aku lagi semangat lho ini. Kenapa semua orang sedih?

Aku salut sama setiap orang yang berempati sama kejadian yang menimpa aku. Banyak banget yang seperti bilang turut berduka sama kejadian ini dan menyesalkan ini harus menimpa aku. Dan mungkin kamu pun berpikir aku sedih kan? Enggak, aku nggak sedih. Aku bersyukur, aku mensyukuri semua ini.

Dan yang paling aku syukuri adalah, kamu. Kamu yang menerima semua dengan lapang dada, sama seperti aku menerima ini dengan lapang dada. Kamu yang tegar dan tenang, walaupun mungkin cuma di depanku. Kamu yang menyediakan bahu untuk aku bersandar, kamu yang memegang tanganku di saat aku hampir jatuh. Jadi bisa bikin aku berdiri tegak lagi, dan berjalan lagi ke depan dengan kekuatanku, di mana semua itu adalah kekuatan dan dukungan dari kamu.

Maka dari itu, aku ucapkan terima kasih buat kamu, suamiku. Tetaplah kayak gini. Ayo kita sukses sama-sama. Ayo kita lanjutkan perjalanan kita, yang rencananya sangat panjang dan jauuuuh. Ayo kita bangun semua cita-cita kita. Pelan-pelan jalannya. Seribu kilometer, dimulai dari satu langkah. Tetap kuatkan aku ya. Aku pun akan tetap kuatkan kamu. Kita pasti bisa. Yang udah-udah lewat juga kita bisa kok. Yang segini pasti bisa juga. Maaf ya aku susahin kamu terus. Aku sayang banget ama Sayank :*

Kecuuuuupppp..

Posted in Tak Berkategori

The Lion Roars (2002)

Aku nonton film ini tahun 2010. Diajak nonton vcd sewaannya sama Rai. Waktu itu kita emang lagi ada masalah kesetiaan. Kenapa Rai malah ngajak nonton film ini coba. Padahal dia yang salah, dia ngajak nonton film ini ya malah tambah sedih lah. Hihihi. Syukur semuanya udah berlalu.

Ini review dari sudut pandang pribadiku ya. Yang cewek adalah cewek galak dan pemberani, ketus, perfeksionis, jago berantem. Yang cowok adalah penyair yang nggak begitu laku, polos, penakut, tapi mempesona. Sifat mereka yang konyol ini akhirnya membuat mereka menikah, wkkwkw. Jadi di sini kesannya yang cowok adalah seorang suami yang takut istri.

Husband : “Wife, if I may ask, will you hit me?”
Wife : “Not unless you did something wrong. If I do, you must have done something wrong.”
Husband : “What are your definitions of wrong?”

Wife : “From now on, you’ll love no one but me. You’ll spoil me, never lie to me. You must fulfill all your promises. Always tell me the truth. Never scold me, never argue with me, you must believe me. You have to protect me and stand up for me. You’ve to share my laughter, and wipe away my tears. You must promise me that I’ll be the only apple in your eyes. You can only dream about me. You can only keep me in your heart.”

Suatu hari yang cewek harus menempuh perjalanan ke suatu tempat. Yang cowok menggunakan kesempatan ini untuk berpesta dengan teman-temannya. Hingga tengah malam bertemulah mereka dengan siluman kelinci yang minta ditiduri agar bisa reinkarnasi kembali menjadi manusia. Ternyata itu hanyalah akal-akalan dari adik raja agar dirinya ditiduri oleh cowok penyair ini.

Keesokan harinya datanglah yang cewek dan melihat suaminya dicari oleh adik raja. Adegan yang paling menyakitkan adalah ketika yang cewek bertanya “Apa kau tidur dengannya?” dan yang cowok nggak bisa jawab. Ughhh, sakit hati banget. Kemudian gara-gara ini yang cewek dipenjara karena memberontak.

I will fight anyone and everyone. I must accept this fate. He’s my husband and this is my duty. Even if I die fighting off other women, I will not complain for even a second.

Itu kata-kata si cewek kepada raja, raja marah. Tapi si cewek teriak seperti auman singa, mungkin ini yang disebut “lion roars”. Saking marahnya, saking sedihnya, teriakannya sampai menggetarkan kerajaan.

Husband : “Your majesty, please bestow me the stationary to draft a certificate of divorce. This woman knows no shame, I’ve decided to divorce her.”

Wife : “What did I do, why do you have to divorce me?”

Husband : “Your worst crime is .. loving me.”

Si cewek mau dicerai sama suaminya. Kemudian si cewek diberikan saran untuk meminum racun penghilang ingatan untuk melupakan orang yang paling dicintai. Si cewek dengan ikhlas meminumnya dan pergi dari kerajaan. Adegan ini juga menyakitkan hati, ditambah lagi lagunya.

Konyolnya, si adik raja batal mau nikah sama si cowok dan nyuruh dia pergi kembali ke si cewek. Akhirnya si cowok berjuang untuk mendapatkan cinta si cewek kembali walaupun si cewek udah bener-bener lupa sama si cowok.

maxresdefault


Sampe saat ini sih, mata tetep berkaca-kaca nonton film ini. Mungkin efek lagu-lagunya juga ya. Tetep terharu, sedih, sesak dan lucu juga. Film ini menjadi kenangan buat aku. Dan bisa diambil sedikit prinsipnya tentang bagaimana seharusnya menjaga kesetiaan dengan pasangan, bagaimana mempertahankan hubungan, bagaimana cara perempuan dengan sifat yang menurutku sedikit mirip sama aku memperlakukan laki-lakinya, bagaimana memperjuangkan kebersamaan.

Score : 8!