Pencuri yang Mengaku

Kita akan susah berdamai dengan orang lain, kalo diri sendiri belum berdamai. Apa sih damai? Damai itu saat kita nggak masalah kalo kita berbeda pendapat. Damai itu saat kita ngasi antrian ke orang yang belanjaannya satu biji dibanding kita yang satu keranjang. Damai itu saat aku mampu memaafkan orang lain.

Tapi susah. Susah kalo nggak bisa mengendalikan diri dan masih egois mau keinginan sendiri tercapai tanpa mikirin orang lain. Aku susah memaafkan orang lain. Bukan karena aku mau menghukum orang yang bersalah padaku, tapi karena aku belum sanggup berdamai dengan diriku sendiri. Hati dan pikiran sering berdebat panjang sebelum mampu menerima dengan lapang dada.

Aku pernah kecurian, aku nggak mau nuduh, tapi si pelaku sudah mengaku. Mengaku iya, tapi bukan ke aku, melainkan ke orang lain. Dan orang lain itu yang meminta maaf ke aku atas kesalahannya. Wait, what? Sedangkan berikut-berikutnya dia berani bertatap muka denganku. Aku benci, kesel, kecewa. Si pencuri ini kok masih berani-beraninya nunjukin tampang nggak bersalah di depanku.

Beberapa waktu kemudian, dia datang meminta maaf dan mengembalikan barang yang dia curi. Mungkin dia dihantui rasa bersalah atau terus bermimpi buruk karena sudah nggak jujur. Aku masih dalam keadaan marah dan kecewa, kzl istilahnya. Aku bilang iya saja. Tapi dalam hati, aku nggak bisa langsung begitu saja memaafkan pencuri yang mengaku. Aku butuh waktu untuk berdamai. Bukan dengan dia tapi dengan diriku sendiri.

Aku butuh menimbang-nimbang. Apa orang ini pantas dimaafkan dan diberi kesempatan atau nggak. Ternyata, saat ini, aku sudah bisa berdamai dengan syarat. Aku bukan tipe orang yang sangat terbuka, aku punya pemikiran sendiri yang orang lain nggak perlu tau. Oke, aku akan bodo amat terhadap pelaku pencurian ini. Aku akan biarkan dia bebas. Terserah dia mau berkeliaran seperti apa lagi. Asalkan nggak bikin masalah lagi sama aku.

Yessss, aku lebih tenang. Tenang karena aku nggak memikirkan lagi tentang harus diapakan orang ini supaya jera. Tenang karena aku nggak peduli dengan pencuri ini lagi. Tenang karena aku terbebas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s